Proyek Gagal Rencana Berantakan

0
317

ReincoArtikel, Jakarta – Setiap bulan reinco mengadakan event education  untuk orang – orang yang terjun dalam bidang properti. kami banyak sekali mendengar keluhan – keluhan terkait dengan kegagalan project mereka, salah satu produk yang banyak memiliki kegagalan adalah produk apartemen. Secara umum hal ini terkait dengan feasibility study yang asal – asalan, makan dari itu feasibility study sangat penting untuk di bahas.

Tindakan studi kelayakan apartemen ini pada hakikatnya akan dilakukan oleh pihak peneliti atau pengkaji yang memiliki kemampuan lebih hingga pada akhirnya hal ini akan menjadi jawaban bagi para developers, financers, builders ataupun investors atas kegusaran mereka akan prospek kedepannya sebelum bangunan tersebut didirikan.

Dalam prosesnya, bahwa feasibility studi apartemen ini tidak hanya membutuhkan satu jenis metodologi, sehingga kemudian digunakan banyak metode yang dalam hal ini ditujukan untuk mendapatkan suatu keputusan ataupun fakta yang nyata.

Lebih lanjutnya, berikut ini beberapa komponen yang harus dipertimbangkan perihal studi kelayakan apartemen tersebut :

1. Analisa demografi

Salah satu hal yang akan ditelaah dalam proses studi kelayakan apartemen adalah dengan mengkaji masalah demografi. Dalam hal ini, akan dilakukan suatu penelitian siapa orang yang nantinya ataupun saat ini menghuni wilayah tersebut. Ketika mengenal karakteristik dari masyarakat yang saat ini tinggal di lokasi tersebut, maka hal ini pun akan mempermudah developer dalam menentukan target pasar.

2. Penaksiran yang kompetitif

Dalam feasibility studi apartemen, bisa dikatakan jika competitive assessment atau yang lebih dikenal dengan penaksiran yang kompetitif atas apartemen membutuhkan telaah yang mendalam. Pada kajian ini akan berfokus pada sebuah data saja yang dalam hal ini adalah tingkat kepadatan penduduk.

Dikatakan bahwa jika tingkat kepadatan penduduk pada suatu wilayah mencapai 99,5%, maka proyek pendirian apartemen tersebut bisa dibilang akan menuai suatu kesuksesan. Akan tetapi, jika hal ini hanya mencapai 72% saja, maka akan menyebabkan kesulitannya dalam mengisi setiap unit apartemen tersebut. hal semacam inilah yang dikaji melalui studi kelayakan apartemen.

3. Analisa harga

Pada tindakan studi kelayakan apartemen kali ini, maka analisa harga juga menjadi titik point yang patut dipertimbangkan. Akan sangat bijaksana ketika masalah analisis harga ini dilakukan dengan mencoba untuk menetapkan harga sewa yang beragam, mulai dari yang rendah hingga yang tinggi sehingga akan meningkatkan kesuksesan atas pembangunan apartemen tersebut.

Penentuan hal ini akan bisa dilakukan melalui tindakan feasibility studi apartemen yang dilihat atas segmentasi kelengkapan yang ada pada apartemen seperti halnya fasilitas di dalamnya.

4. Melakukan penelitian online

Hal lain yang akan jauh lebih baik dalam studi kelayakan apartemen adalah dengan melakukan survey secara online. Tindakan yang demikian ini dikatakan sangat jauh lebih efisien dan efektif serta mampu menjangkau banyak target dengan bantuan sosial media ataupun sejenisnya. Pada tindakan ini, anda bisa melakukannya dengan memberikan penawaran atas fasilitas dan kerugian atas berpindah pada apartemen lain.

Apa yang terjadi jika fesibility study ini tidak dilakukan, tentunya resiko kegagalan proyek akan lebih tinggi. Namun secara umum kegagalan suatu proyek apartemen ada 5 hal.

Tak cukup biaya

Bukan hanya modal awal yang cukup besar, tetapi juga biaya perawatan. Jika Anda hanya mempersiapkan modal awal untuk berinvestasi apartemen, maka jelas Anda sangat keliru karena masih ada biaya perawatan yang jumlahnya tidak sedikit. Biaya perawatan seperti kebersihan, perbaikan, penyegaran, pengecetan ulang bahkan terkadang juga renovasi. Biaya ini setiap tahun akan terus meningkat. Jika Anda tidak merawat properti Anda, tentu nilainya akan turun.

Jadi, jika Anda serius untuk mengambil jenis investasi apartemeni, pastikan Anda sudah siap dengan biaya perawatan termasuk juga biaya iuran wajib seperti pajak. Nah, sudah semestinya Anda memperhatikan dan mempersiapkan dana yang besar dari mulai membeli sampai merawat. Inilah faktor penyebab gagalnya investasi properti, karena hanya mengira biaya hanya ada di awal sebagai modal dan tak cukup biaya untuk perawatan.

Memilih tampilan properti bukan pada lokasi

Lokasi yang ramai, strategis, memiliki parkir luas dan mudah dilihat serta dijangkau tentunya akan memberikan nilai yang tinggi pada properti tersebut. Sayangnya, masih banyak investor properti terutama pemula yang lebih mementingkan penampilan fisik karena beranggapan konsumen yang akan memakai juga menyukai tampilan luarnya. Memang, akan lebih bagus jika tampilan fisik serta lokasinya strategis.

Regulasi pemerintah

Bagi investor properti, regulasi pemerintah bisa menjadi penyebab utama kegagalan bisnis mereka. Regulasi pemerintah bisa menjadikan bisnis properti terhambat. Sebagai contoh, ketika Anda ingin membangun proyek apartemen, Anda akan menghadapi masalah dengan perizinan dari pemerintah daerah setempat. Perizinan ini bisa memakan waktu yang sangat lama serta ketat sekali karena proyek Anda berkaitan dengan permasalahan tata kota dan ruang.

Bencana Alam

Bencana alam bukan saja merupakan resiko dari bisnis properti tetapi bisa juga menjadi faktor penyebab kegagalan bisnis properti Anda. Bayangkan saja jika semua permasalahan perizinan dan sebagainya hingga proses pembangunan selesai kemudian properti tersebut siap dipasarkan lalu tiba-tiba datang bencana alam seperti banjir atau gempa atau juga jatuhnya pesawat dari atas atau bencana lainnya, tentu Anda yang tadinya sudah mengeluarkan modal banyak sekali dan berharap akan mendapat keuntungan besar tiba-tiba akan menjadi lesu karena properti yang Anda baru bangun hancur.

Buruknya strategi marketing

Bisnis dan marketing adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bisnis tidak akan berjalan sempurna jika tidak ada marketing. Marketing bisa dijadikan tolak ukur  bagaimana bisnis properti Anda akan berhasil. Bangunan indah, mewah, harga juga bersaing, lokasi strategis dan lain sebagainya, bukanlah syarat bisnis properti tersebut akan diterima pasar dengan mudah, tapi lebih pada bagaimana strategi marketing dilakukan.

Jadi, ketika Anda hendak berinvestasi , pastikan semua resiko serta penyebab kegagalan di atas untuk dihindari. Resiko investasi memang akan selalu ada, tapi jika Anda bisa menghindarinya seperti memilih lokasi yang tinggi agar terhindar dari banjir, memilih lokasi dengan lempengan tanah stabil agar tidak terjadi longsor dan lain sebagainya bisa Anda lakukan agar bisnis properti Anda tidak gagal.

Editor : Aldi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here