Menghantui Bisnis Properti PSAK 72

0
179

ReincoArtikel, Jakarta – Pengembang properti masih harus menjalani masa transisi untuk menerapkan aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 72 mengenai pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.

Pasalnya, PSAK mengenai pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tersebut menyebabkan pengembang properti berpotensi kehilangan penerimaan.

Peraturan ED PSAK 72 terkait pengakuan pendapatan yang sedang menjadi pembahasan dan akan mulai diterapkan pada Januari 2020 menimbulkan potensi resiko serius bagi industri properti.

Berikut Potensi Resiko Ditetapkannya Aturan ED PSAK 72 :

A. Tidak ada keuntungan bahkan merugi ketika masuk masa produksi 3 – 4 tahun

B. PL akan merugi, maka tdk bisa bagi deviden

C. PL akan merugi, harga saham tbk jadi tdk menarik dan tdk likuid karena kinerja tdk bisa dinilai

D. PL akan merugi, pemegang saham yg tdk mengerti ED PSAK 72, jadi banyak bertanya ke mgt sehingga menganggu mgt atau jual saham sehingga harga saham jatuh.

E. Sulit cari investor untuk invest di property karena PL rugi

F. Harga saham property jatuh dan tdk menarik.

Editor : Aldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here