Jiwa Seni Seorang Arsitek

0
700

ReincoArtikel, Jakarta – Mahasiswa arsitektur sebagai calon arsitek profesional harus memahami dunia properti sebagai sebuah bisnis.  Pengetahuan tentang hal ini sangat membantu arsitek untuk menghasilkan karya desain yang diterima pasar dan bisa diaplikasikan pengembang menjadi produk layak jual.

Mendesain untuk developer properti itu bagaimana caranya harus laku, faktor geografis harus diperhitungkan juga. Karena produk yang laku di Jakarta berbeda dengan di Bandung dan daerah lainnya. Banyak desain bagus tidak laku dijual karena arsiteknya kurang memahami properti sebagai sebuah bisnis.

Selain itu yang harus diluruskan juga, kalau arsitek itu berbeda dengan tukang gambar. Menurut Ikatan Arsitek Indonesia, profesi Arsitek adalah keahlian dan kemampuan penerapan di bidang rancangan arsitektur dan pengelolaan proses pembangunan lingkungan binaan yang diperoleh melalui pendidikan tinggi arsitektur dan/atau yang diakui oleh organisasi serta dari pengalaman penerapan pengetahuan ilmu dan seni tersebut, yang menjadi nafkah dan ditekuni secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Arsitek tidak sekedar bergelut dengan estetika bentuk dan komposisi saja, tapi lebih jauh daripada itu. Arsitek dalam pekerjaannya menggunakan teori perencanaan dan perancangan untuk mendapatkan output berupa wujud bangunan yang berguna dan bermanfaat pada si pengguna jasa secara mikro dan juga bermanfaat pada lingkungan sekitar bahkan bermanfaat bagi peradaban manusia secara makro.
Nah, persepsi bahwa arsitek hanyalah seorang juru gambar itu adalah salah. Untuk itu perlu pemahaman bahwa antara arsitek dan juru gambar itu berbeda.


1. Arsitek

Seseorang yang sudah menempuh pendidikan formal arsitektur yang dalam pekerjaannya melakukan kegiatan perencanaan dan perancangan arsitektur.


2. Drafter / Juru Gambar.

Seseorang yang bertugas untuk membantu arsitek dalam kegiatan perencanaan. Kegiatannya meliputi pembuatan gambar kerja yaitu gambar detail dari gambar/sketsa perencanaan yang telah dibuat arsitek. Gambar detail itu meliputi setiap detail rencana arsitektur, detail rencana konstruksi/struktur, detail rencana mekanikal dan elektrikal. Gambar detail tersebut nantinya gambar yang menjadi acuan dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan. Jabatan juru gambar biasanya diperuntukkan bagi tamatan SMK bangunan atau arsitek (biasanya pemula) yang menjadi juru gambar bagi arsitek lainnya.

Perlu dibedakan juga seorang Arsitek dan Tekhnik sipil, Ketika Arsitek merancang suatu gambar bangunan untuk perhitungan kekuatan strukturnya, jurusan teknik sipil memiliki peran lebih dominan. Karena di jurusan teknik sipil sangat banyak mata kuliah yang berkaitan dengan struktur bangunan, seperti mata kuliah mekanika teknik I, mekanika teknik II bahkan ada yang sampai mekanika teknik VI, struktur baja, struktur kayu, teknologi beton dan sebagainya lengkap di pelajari oleh seorang anak teknik sipil.

Seorang arsitek harus memiliki kelebihan dari anak teknik sipil dari segi aspek estetika suatu bangunan. Teknik sipil juga memiliki ruang lingkup luas seperti bidang struktur bangunan, irigasi, manajemen rekayasa konstruksi, transportasi, dan ilmu pondasi. Seorang anak teknik sipil harus mampu merekayasa suatu struktur konstruksi untuk diaplikasikan ke dunia nyata. Untuk perbedaan lebih jelasnya dapat dibaca pada poin-poin di bawah ini.

Perbedaan dasar ilmu arsitek dan ilmu teknik sipil antara lain:

1. Arsitek membuat banguan lebih indah, sedangkan insinyur sipil membuat bangunan lebih kokoh.
2. Arsitek membuat gambar teknis, sedangkan insinyur sipil membuat spesifikasi teknik.
3. Arsitek menggunakan seni dan kreativitas untuk merancang bangunan, sedangkan insinyur sipil menerjemahkan gambar ke menjadi bangunan aktual.
4. Arsitek merancang gambar, sedang insinyur sipil yang membuat hitungan struktur dan RAB (Rencana Anggaran Biaya)
5. Arsitek menjelaskan filosofi gambar bangunan, sedangkan insinyur sipil yang menjelaskan mutu dan kualitas bangunan
6. Arsitek membuat gambar rencana yang baik, sedangkan insinyur sipil mengatur pelaksanaan konstruksi bangunan agar tepat waktu.

 

Perlu di garis bawahi, tugas seorang Arsitek bukan hanya sebagai seorang desainer saja tetapi juga harus memikirkan apa yang diinginkan oleh kliennya nanti. Oleh karena itu seorang arsitek harus memiliki jiwa seni dan  kreativitas yang cukup tinggi,  dia harus dapat menyulap angka, garis sudut, dan menjadikannya sebuah karya seni yang sesuai dengan apa yang diinginkan kliennya.

Editor : Aldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here