Beralih ke Digital, Konstruksi Kini Gunakan Metode Building Information Modeling

0
2595

Dewasa ini, dunia bisnis mengalami era disrupsi, di mana perusahaan-perusahaan startup bisa menumbangkan perusahaan yang telah lama berdiri. Era disrupsi didorong oleh adanya perkembangan dunia digital.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT PP (Persero) Tumiyana mengatakan pihaknya berupaya untuk memulai gerakan kesadaran digitalisasi sebagai sendi dan cara kerja baru dunia konstruksi di lndonesia. Salah satunya adalah dengan penggunaan teknologi Building Information Modeling (BIM).

“Perseroan memandang perlu diadakannya suatu transformasi menuju era konstruksi digital sebagaimana yang telah diterapkan oleh beberapa negara maju, salah satunya adalah dengan menerapkan konsep,” ujarnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

BIM merupakan sebuah seperangkat teknologi, proses, kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara kolaborasi dan terintegrasi dalam sebuah model digital. Selain itu, memungkinkan pelaku yang terlibat dalam suatu proyek bekerja secara kolaborasi, mengoptimalkan produktivitas SDM dan kegiatan proyek secara cepat, tepat, akurat, efektif dan erisien selama proses umur siklus bangunan (building Iifecyc/e).

“Secara gamblang, diterjemahkan sebagai gambar 3 (tiga) dimensi di mana semua unsur dalam gambar bisa memiliki data terkait kuantitas, harga dan schedule-nya (BIM 5D),” jelas Tumiyana

Menurut Tumiyana, penggunaan BIM sangat bagus untuk efisiensi dalam pelaksanaan proyek. Baik dari sisi waktu maupun biaya.

“Sehingga, dengan penerapan BIM ini bisa membuat efisiensi yang sangat signifikan dari sisi biaya dan waktu pelaksanaan proyek, karena data desain (pra-konstruksi) menjadi sangat detail dan akurat,” jelasnya.

sumber : economy.okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here